Struktur Sosial Masyarakat

images14 1.Struktur Sosial

a. Dilihat dari dari definisinya struktur sosial adalah sebuah tatanan sosial dalam kehidupan masyarakat. Di dalam tatanan sosial tersebut terkandung hubungan timbal balik antara status dan peranan yang merujuk pada suatu keteraturan prilaku dan status dan peranan merupakan unsur-unsur baku dalam sistem pelapisan sosial (pembedaan atau pengelompokan masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial secara bertingkat).

b. Dalam stuktur sosial erat kaitannya dengan status dan peranan. Dalam masyarakat terdapat banyak status dan peranan. Berbagai status dan peranan akan mengakibatkan diferensiasi sosial. Seperti Diferensiasi Profesi.

c. Dalam kehidupan masyarakat selalu ada benturan-beenturan atau pertentangan yang dialami seorang yang berkaitan dengan status yang dimilikinya. Hal ini yang dapat menimbulkan konflik.
Seperti contoh: Seorang wanita yang sudah bekerja baiknya menjadi ibu rumah tangga yang mengurus anak dan suami, meski dia adalah seorang sarjana, atau menjadi wanita karier dengan bekerja.

d. Fungsi dan Bentuk Sosial
 Fungsi Struktur Sosial
 Struktur sosial sebagai pengawas sosial, yakni sebagai penekan kemungkinan-kemungkinan pelanggaran terhadap norma, nilai, dan peraturan kelompok atau masyarakat.
 Struktur sosial sebagai dasar untuk menanamkan suatu disiplin sosial kelompok atau masyarakat. Hal ini disebabkan oleh struktur sosial memang berasal dari kelompok atau masyarakat itu sendiri. Dalam proses ini, individu atau kelompok akan mendapat pengetahuan dan kesadaran tentang sikap, kebiasaan, dan kepercayaan kelompok atau masyarakatnya. Pendek kalimat struktur sosial dapat merubah suatu kebiasaan seorang individu.
 Struktur sosial sebuah proses pembiasaan

 Bentuk Struktur Sosial
 Intersected Sosial Struktur
Dikatakan intersected apabila keanggotaan dalam kelompok-kelompok sosial yang ada bersifat menyilang (interseksi). Artinya, keanggotaan dalam kelompok sosial tersebut memiliki latar belakang ras, suku bangsa, ataupun agama yang berbeda-beda.
 Consolidated social struktur
Dikatakan consolidated jika terjadi tumpang tindih parameter (tolak ukur) dan mengakibatkan penguatan identitas keanggotaan dalam sebuah kelompok sosial. Dalam proses tersebut, kelompok soaial berkembang menjadi wadah bagi individu-individu yang memiliki latar belakang ras, suku, kebiasaan, dan kepercayaan yang sama.

2. Diferensiasi Sosial

a. Ras, suku, bangsa, agama dan budaya dapat mengakibatkan kemajuan sosial.
Sebelum ada ras, suku, bangsa, agama, dan budaya. Kehidupan soaial rendah. Misalnya saja ketika zaman purba berlangsung, mereka kurang melakukan interaksi, tapi ketika masyarakat modern telah muncul dan berkembang interaksi soaial yang kuat. Sehingga kehidupan sosial meningkat. Dan menimbulkan kemajuan sosial.

b. Sejarah Terbentuknya Gender
Menurut kamus, Gender diartikan sebagai jenis kelamin. Jenis kelamin sudah ada sejak lahir. Gender tidak hanya merupakan perjuangn bagi para perempuan, namun juga merupakan perjuangan para lelaki.
Gender tidak sama di seluruh dunia, tergantung dari budaya dan perkembangan masyarakat di satu wilayah.

c. Gender adalah perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam peran, fungsi,hak, tanggungjawab dan perilaku yang dibentuk oleh tata nilai sosial, budaya dan adat istiadat dari kelompok masyarakat yang dapat berubah menurut waktu serta kondisi setempat.
Tidak ada bukti yang bisa menunjukkan bahwa pria lebih unggul dari wanita. Pengelompokan atau klasifikasi perbedaan masyarakat seperti ini tidak bisa dilakukan secara vertical (tinggi rendah), tetapi dibuat secara horizontal. Klasifikasi masyarakat secara horizontal inilah yang disebut sebagai diferensiasi sosial.

d. Sumber-sumber potensi konflik pada diferensiasi sosial
 Perbedaan Antarindividual
Setiap individu tentu memiliki pendirian dan perasaan yang bebeda satu dengan yang lainnya satu dengan yang lainnya. Perbedaan pendirian dapat menjadi factor penyebab konflik. Perbedaan pandangan antarindividu tidak jarang menimbulkan rasa amarah. Perlu diperhatikan hal ini dapat berlanjut pada perasaan benci hingga dapat timbul usaha saling menghancurkan.
 Perbedaan Kebudayaan
Pada dasarnya kepribadian seseorang sedikit banyaknya dibentuk oleh kelompoknya. Secara sadar atau tidak, seseorang akan terpengaruh oleh pola-pola pemikiran dan pendirian dari kelompoknya. Pe4rbedaan kepribadian seseorang tergantung dari pola-pola kebudayaan yang menjadi latar belakang pembentukan dan perkembangan kepribadian orang tersebut. Perbedaan kepribadian individu akibat pola kebudayaan yang berbeda yidak jarang menjadi penyebab terjadinya konflik antarkelompok masyarakat. Interaksi sosial antarindividu atau antar kelompok dengan pola kebudayaan yang cenderung berlawanan dapat menimbulkan rasa marah dan benci sehingga berakibat konflik.
 Perbedaan Kepentingan
Perbedaan kepentingan antarindividu maupun kelompok merupakan satu dari empat faktor penyebab konflik atau pertentangan yang dikemukakan oleh Soerjono Soekanto.
Kepentingan individu satu dengan yang lainnya tentu berbeda. Begitu pula dengan kepentingan kelompok satu dengan yang lainnya. Setiap individu dan setiap kelompok tentu memiliki kepentingan berbeda-beda dalam melihat atau mengerjakan sesuatu. Kepentingan itu dapat menyangkut kepentingan politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
 Perubahan Sosial
Sekelompok manusia yang terus berubah seiring dengan berkembangnya kebutuhan dan pengetahuan. Kalimat sebelumnya adalah definisi dan sifat dari masyarkat. Masyarakat sekarang (katakanlah tahun 2008 ini) tentu berbeda dengan masyarakat sepuluh atau dua puluh tahun yang lalu. Terjadi banyak perubahan dari tahun ke tahun. Perubahan-perubahan tersebut tentu mempengaruhi cara pandang sebagian anggota masyarakat terhadap nilai, norma, dan pola perilaku masyarakat. Terlebih jika perubahan demi perubahan itu berlangsung dengan cepat dan meluas. Timbullah perilaku-perilaku lain yang dianggap oleh sebagian anggota masyarakat lain sebagai perilaku “berlawanan, aneh, dan bertentangan” dengan kebudayaan masyarakatnya. Situasi seperti itu dapat menimbulkan konflik atau pertentangan.

3. Konflik dan Kekerasan

a. Batasan Konflik
& Soerjono Soekanto
Konflik sebagai suatu proses sosial individu atau kelompok yang berusaha memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan, yang disertai dengan ancaman dan/atau kekerasan.
& Lewis A Coser
Konflik adalah sebuah perjuangan mengenai nilai atau tuntutan atas status, kekuasaan, dan sumber daya yang bersifat langka dengan maksud menetralkan, mencederai, atau melenyapkan lawan.
& Gillin dan Gillin
Konflik sebagai bagian dari proses interaksi sosial manusia yang saling berlawanan. Artinya, konflik adalah bagian dari sebuah proses interaksi sosial yang terjadi karena adanya perbedaan-perbedaan fisik, emosi, kebudayaan, dan prilaku.
& Merriam Webster dan Advance (Pada Kamusnya)
Konflik berarti perlawanan mental sebagai akibat dari: kebutuhan, dorongan, keinginan atau tuntutan yang berlawanan; Tindakan perlawanan karena ketidak cocokan/ketidakserasian; Berkelahi, berperang, atau baku hantam.

& James W. Vander Zanden
Konflik sebagai sesuatu pertentangan mengenai nilai hak atas kekayaan, kekuasaan, status, bertujuan untuk menetralkan, merugikan/ menyusahkan lawan mereka.

& Drs. Ariyono Suyono
Keadaan dimana dua pihak berusaha meninggalnya tercapainya tujuan masing-masing pihak.

J Berdasarkan argumentasi Penulis
Konflik adalah pertentangan yang terjadi antarindividu atau antarkelompok yang terjadi karena perbedaan tertentu yang bersifat ingin menghancurkan lawan dan dapat melahirkan kekerasan.

b. Primodialisme, Etnosentrisme, dan Politik Aliran merupakan sumber konflik.

 Primodialisme
Primodialisme adalah merupakan pandangan atau paham yang menunjukkan sikap berpegang teguh pada hal-hal yang sejak semula melekat pada diri individu, seperti suku bangsa, ras, dan agama. Primodialisme dapat berarti ikatan-ikatan utama seseorang dalam kehidupan sosial, dengan hal-hal yang dibawanya sejak lahir seperti suku bangsa, ras, klen, asal usul kedaerahan, dan agama.
Primodialisme merupakan sumber konflik karena primodialisme dapat membangkitkan prasangka (prejudice) dan permusuhan terhadap kelompok atau golongan yang berada di luar kelompok atau golongannya.
Salah satu istilah lain yang berkaitan erat dengan praktik primodialisme adalah nepotisme, yaitu kecenderungan untuk memilih sanak saudara dan teman untuk memangku jabatan tertentu.
Seperti contoh : Suatu perlombaan balap karung yang diikuti si A dan si B. Dengan Jurinya adalah kakak si A. Ketika memasuki garis finish mereka nyaris bersamaan. Beberapa panitia yang bertugas di tepi garis finish mengatakan bahwa peserta yang lebih dulu memasuki garis finish adalah si B. Namun Juri memutuskan peserta yang keluar sebagai pemenang adalah si A. Dan berdalih keputusan Juri yang mutlak. Hal ini membuat protes peserta lain kepada Juri, karena Juri tidak adil.
Dari contoh diatas bukan tidak mungkin akan terjadi konflik. Karena salah satu pihak merasa dirugikan dan mendapat prilaku yang tidak adil. Hal ini jelas akan memicu terjadinya percekcokan karena perselisihan. Dan bisa saja berujung pada tindakan anarkis yang dapat merugikan. Hal ini adalah bukti bahwa Primodialisme dapat menjadi sumber konflik.

 Etnosentrisme
Primodialisme yang berlebihan akan menghasilkan sebuah pandangan subjektif yang dussebut etnosentrisme.
Etnosentrisme disebut fanatisme suku bangsa yang merupakan suatu sikap menilai kebudayaan masyarakat lain dengan menggunakan ukuran-ukuran yang berlaku di masyarakat. Karena yang dipakai adalah ukuran-ukuran yang berlaku di dalam masyarakat, maka orang akan selalu menganggap kebudayaannya mempunyai nilai yang lebih tinggi daripada kebudayaan masyarakat lain.
Etnosentrisme tidak rasional, tetapi emosional dan sentimental. Pertimbangan-pertimbangan yang dipakai adalah perasaan bukan pemikiran yang jernih. Dan cenderung tidak mau tahu apa yang menyebabkan terjadinya suatu hal. Fanatisme telah menghilangkan pertimbangan-pertimbangan rasional, akibatnya tindakan-tindakan emosional yang mengarah pada kerusuhan. Hal ini menjadi bukti bahwa Etnosentrisme dapat menjadi sumber konflik.
Sebagai contoh di Papua. Seperti yang diberitakan Kompas Juli 2002, ada 312 suku yang menghuni Papua. Suku-suku ini merupakan penjabaran dari suku-suku asli yaitu Dani, Mee, Paniai, Amungme, Kamoro, Biak, Ansus, Waropen, Bauzi, Asmat, Sentani, Nafri, Meyakh, Amaru, dan Iha. Setiap suku memiliki bahasa daerah (bahasa ibu) yang berbeda. Sehingga saat ini terdapat 312 bahasa di sana. Tempat-tempat pemukiman suku-suku di Papua terbagi secara tradisional dengan corak kehidupan sosial ekonomi dan budaya sendiri. Suku-suku yang mendiami pantai, gunung, dan hutan memiliki karakteristik kebudayaan dan kebiasaan berbeda. Hal ini berimbas pada nilai, norma, ukuran, agama, dan cara hidup yang beraneka ragam pula. Keanekaragaman ini sering memicu konflik antar suku. Misalnya yang terjadi pada tahun 2001 dimana terdapat perang adat antar suku Asmat dan Dani. Masing-masing suku merasa sukunyalah yang paling benar dan harus dihormati. Perang adat ini berlangsung bertahun-tahun, karena sebelum adanya salah satu pihak yang kalah atau semakin kuat dan melebihi pihak yang lain maka perang pun tidak akan pernah berakhir.

 Politik Aliran
Politik Aliran merupakan keadaan perpolitikan di mana sebuah kelompok atau organisasi tertentu atau partai-partai politik tertentu dikelilingi oleh sejumlah organisasi massa (ormas), baik formal maupun informal yang mengikutinya.
Politik Aliran dapat menjadi sumber konflik karena aliran kelompok yang berbeda-beda dapat membuat hubungan diantara kelompok itu diwarnai oleh sikap saling curiga, terutama mengenai gagasan-gagasan yang mereka yakini.
Setiap partai politik mewakili sebuah ideologi. Ideologi dari partai satu dengan partai lain yang berbeda dapat bertubrukan dan mengakibatkan konflik.
(Ideologi : Suatu sistem pemikiran yang mendukung serangkaian norma)
Berkembangnya politik aliran dalam suatu masyarakat majemuk bisa mengakibatkan jurang perbedaan antara kelompok-kelompok aliran yang berbeda itu. Hal ini lah yang dapat memicu terjadinya konflik
c. Perbedaan Konflik dan Kekerasan.

 Konflik
Konflik adalah suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (atau juga kelompok) yang berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya.

 Kekerasan
Perbuatan seseorang atau kelompok yang menyebabkan cedera atau matinya orang lain, atau menyebabkan kerusakan fisik atau barang orang lain.
d. Dampak positif dan negatif Kekerasan Sosial
 Dampak Positif Kekerasan Sosial
Kekerasan dapat membuat disiplin.

 Dampak Negatif Kekerasan Sosial
Hasil pengamatan penulis menunjukkan bahwa kekerasan sosial telah menimbulkan dampak buruk mencakup aspek psikologis, maupun fisik pada masyarakat yang mengalaminya. Menimbulkan kebencian, kepahitan yang dalam, juga depresi. Menjadi sulit untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan, baik dalam keluarga, pekerjaan, maupun lingkungan sosial lainnya. Mengalami gangguan kejiwaan yang dapat menggejala secara badani sebagai gangguan tubuh, dimana reaksi fisik terhadap perasaan gelisah biasanya berbentuk berbagai gangguan pada anggota tubuh.
Dengan demikian jelas bahwa para korban kekerasan sosial mengalami suatu beban hidup yang sangat berat.

e. Alasan Penulis bahwa Negara majemuk atau prulal memilih dua pilihan, yaitu konflik dan integrasi.
Negara majemuk atau prulal berarti Negara yang mempunyai masyarakat beragam (prulal society), dengan perbedaan-perbedaan seperti ras, etnis (suku bangsa), klan, agama, dan profesi. Perbedaan-perbedaan diatas akan memicu ketidak cocokan diantara mereka sehingga terjadi pertentangan atau dengan pendek kata terjadi Konflik.
Namun tidak mustahil Negara majemuk melakukan integrasi (proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga menjadi kesatuan). Dengan adanya perbedaan-perbedaan itu akan terjadi integrasi sosial karena masyarakat yang beragam sadar bahwa mereka akan saling membutuhkan dan dengan rasa ini setiap anggota masyarakat saling menjaga keterkaitan atara satu dengan yang lainnya. Selain itu masyarakat juga menciptakan kesepakatan bersama mengenai norma dan nilai-nilai sosial yang dilestarikan dan dijadikan pedoman dalam berinteraksi antara satu dengan lainnya.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: